29 Apr

PPIPTEK Kementrian Riset dan Teknologi | Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

News PP-IPTEK

news

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) bekerja sama dengan Bekasi Cyber Park (BCP), menggelar Pameran Bekasi Cyber Park selama satu bulan penuh mulai dari 12 September sampai dengan 12 Oktober 2014. Pameran ini diadakan di Mall BCP. Kegiatan yang diadakan, yaitu pameran alat peraga sains interaktif dan customer gathering.

 

Bapak dan Ibu guru sedang
mencoba alat peraga

Pameran ini diadakan dalam rangka mengisi acara Science and Techno Expo 2014 yang diadakan oleh Bekasi Cyber Park. PP-IPTEK ikut serta dalam kegiatan ini karena Bekasi Cyber Park mengangkat tema Science and Techno Expo yang sesuai dengan PP-IPTEK. Selain itu, melalui kegiatan ini PP-IPTEK dapat mensosialisasikan kepada pengunjung yang datang ke pameran. Dengan begitu pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan alat peraga yang disediakan PP-IPTEK. Ini akan memberikan pengalaman sains yang menghibur, bermanfaat, dan pastinya menambah wawasan pengunjung karena alat peraganya menarik untuk dicoba.

Dalam pameran ini PP-IPTEK menyajikan 30 alat peraga interaktif, diantaranya Bola Melayang, Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Bandul Caustik, Giroscop, Pola Berubah, Sell Surya, Bayangan Seribu, Baterai Tangan, dan lain-lain.

Selain pameran alat peraga, PP-IPTEK juga mengadakan customer gathering pada tanggal 7 Oktober 2014 untuk guru-guru TK. Customer gathering yang dihadiri 143 guru TK dari sekolah-sekolah yang ada di Bekasi ini membahas tentang kegiatan penemu cilik sebagai metode pembelajaran sains siswa TK di sekolah. Pembahasan ini sangat menarik bagi guru-guru TK yang hadir karena dibawakan secara interaktif dan melibatkan guru-guru dalam beberapa percobaan sains. Hal ini membuka wawasan guru-guru TK tentang sains sederhana yang menyenangkan untuk anak-anak.Setiap harinya pengunjung yang datang ke stand PP-IPTEK tidak pernah sepi. Dari hari pertama sampai hari terakhir pameran terdapat 19.000 orang yang mengunjungi stand ini, terdiri dari 583 pengunjung umum dan 17.968 siswa dari 201 sekolah di Bekasi. Ini menunjukkan pengunjung yang paling banyak adalah dari rombongan sekolah.

Di sini tidak hanya siswa-siswi sekolah saja yang antusias dengan alat peraga PP-IPTEK, tetapi orang tua siswa dan guru-guru pendamping juga antusias mencoba, mempelajari, dan memainkan alat peraga yang ada. (ppiptek)

Guru TK sekabupaten dan kota Bekasi sedang mengikuti Customer Gathering


news

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menggelar kegiatan Science for All di Iptek Center Sawahlunto sekaligus penyerahan hibah 1 (satu) klaster peraga Optik sebagai bentuk pendampingan bagi sebuah science center baru di daerah, dalam hal ini di Iptek Center Sawahlunto. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2014. Disamping memberikan hibah alat peraga kepada Iptek Center Sawahlunto, Museum Goedang Ransoem, kali ini PP-IPTEK juga menampilkan program interaktif khas science center yaitu bincang sains teknologi populer (Binokuler) yang melibatkan pelajar-pelajar sekolah Kota Sawahlunto, serta kegiatan pengkayaan pemahaman sebuah fenomena dalam alat peraga bagi para pemandu dan teknisi/pengelola Iptek Center Sawahlunto. Keseluruhan kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah event bernama Science for All.

Alat peraga yang diberikan kepada Iptek Center Sawahlunto berupa klaster Optik yang terdiri dari 6 unit alat peraga, yaitu Cermin Variasi, Kaleidoskop, Pelangi, Film Kartun, Sifat Lensa, dan Ilusi (2 panel, 4 gambar). Untuk mengintegrasikan alat-alat peraga tersebut, alat peraga didukung dengan Lingkungan Alat Peraga.

Demo sains dalam Science for All

Science for All merupakan kegiatan yang mensosialisasikan iptek kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda dan pelajar dalam memahami pentingnya iptek untuk kemajuan bangsa. Kegiatan sains interaktif diterapkan dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Kegiatan Science for All menyajikan Binokuler, Demonstrasi sains, Sosialisasi sains dan teknologi terkait dengan optik, serta pengkayaan materi dan teknis peraga bagi pemandu dan teknisi. Semua ini diambil terkait dengan hibah alat peraga klaster optik dari PP-IPTEK kepada Iptek Center Sawahlunto.

Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto Saleh, menyampaikan peran sebuah Pusat Sains Daerah seperti Museum Goedang Ransoem dengan Iptek Center-nya dalam rangka pembudayaan dan pemasyarakatan iptek. Kemenristek mendorong daerah untuk mendirikan dan mengembangkan Pusat Sains Daerah. Upaya ini dilakukan melalui berbagai hal, antara lain insentif alat peraga, pengembangan SDM dan kegiatan yang menarik keingintahuan pelajar terhadap perkembangan dunia iptek. Bagi Pusat Sains Daerah yang telah ada, pengembangan alat peraga dan SDM perlu dilakukan secara terus-menerus untuk keberlangsungan keberadaannya dalam melayani masyarakat. Sementara itu, Wakil Walikota Sawahlunto, Ismed, menyambut baik kerjasama kegiatan Science for All dan hibah alat peraga dari Kemenristek. Hal ini penting untuk mendorong dan membangun masyarakat yang melek iptek. Diharapkan ke depannya akan berlanjut kegiatan yang melibatkan pelajar di Sawahlunto, dan Pemerintah Kota Sawahlunto siap untuk bekerjasama dengan PP-IPTEK dalam mewujudkan terbentuknya SDM Sawahlunto yang berdaya saing di bidang Iptek.

Pelajar Kota Sawahlunto
mengikuti kegiatan Science for All

Acara serah terima alat peraga berlangsung dengan baik dan lancar. Serah terima dilakukan oleh Direktur PP-IPTEK kepada Wakil Walikota Sawahlunto. Kegiatan ini pun dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Sawahlunto. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD Kota Sawahlunto, para pimpinan SKPD Kota Sawahlunto, para kepala sekolah di kota Sawahlunto serta guru-guru dan siswa-siswa sekolah tingkat SMP dan MTs Negeri di Sawahlunto, yang berjumlah 100 orang.

Pada kesempatan diskusi dengan Wakil Walikota Sawahlunto dan Kepala Dinas Pendidikan kota Sawahlunto, PP-IPTEK menjelaskan pula tentang perlunya dikembangkan SDM yang akan menekuni kegiatan inti di Iptek Center Sawahlunto atau secara berkelanjutan mengelola inti kegiatan (peragaan dan program sains). SDM Iptek Center Sawahlunto yang memiliki kualifikasi atau kompetensi baik sangat dibutuhkan untuk menyajikan layanan alat peraga, serta program secara profesional dan berkelanjutan.

 


news

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) merupakan sumber belajar bagi seluruh masyarakat, terutama para pelajar. Sebanyak 86% pengunjung PP-IPTEK memang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar, yaitu TK, SD, SMP, dan SMU sementara sisanya berasal dari masyarakat umum dan keluarga. Di sini, para pengunjung dapat belajar langsung mengenai iptek dengan alat-alat peraga interaktif yang bermanfaat dan menyenangkan.


Sains dapat disampaikan
dengan cara yang menyenangkan

PP-IPTEK bisa menjadi tempat belajar yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Selain alat peraga interaktif yang dapat dipelajari langsung sambil dimainkan, PP-IPTEK juga memiliki program-program yang sangat berguna dan bermanfaat dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu sains yang disajikan di PP-IPTEK sebagian besar masih berupa ilmu-ilmu sains dasar dan menengah. Untuk tingkat lanjut dan perguruan tinggi dengan jurusan sains memang belum banyak terjangkau, karena PP-IPTEK belum banyak menyediakan program dan fasilitas yang sesuai dengan kurikulum mahasiswa sains. Akan tetapi, untuk mahasiswa kependidikan sains sesuai dengan PP-IPTEK karena nantinya mereka menjadi pemateri yang akan mengajarkan sains ke masyarakat.

Selama ini PP-IPTEK telah melakukan kerja sama, baik dalam program kegiatan maupun pengembangan alat peraga iptek interaktif, dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti kegiatan kontes robot, kompetisi kincir angin, pengembangan alat peraga launcher roket air, dsb. Contoh alat peraga yang ada di galeri PP-IPTEK, yaitu alat peraga RFID (Pintu Elektronik) dari Jurusan Teknik Elektro, Universitas Pelita Harapan. Ke depannya, PP-IPTEK ingin lebih banyak mengajak para mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa jurusan matematika, ilmu pengetahuan alam (MIPA) serta teknik, agar semakin banyak terlibat dengan kegiatan PP-IPTEK serta menjadikan science center sebagai media penelitian dan pembelajaran. Dengan begitu, PP-IPTEK dapat menjadi media bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi kepada khalayak ramai. Para mahasiswa dapat menemukan inspirasi baru untuk bahan pembelajaran yang membuat pelajar dan pengunjung PP-IPTEK tertarik. Mereka juga dapat membantu dan merangkul pengunjung untuk mempelajari sains yang fun, mudah, dan bermanfaat.

 

Dengan Gyro Extreme pengunjung
dapat belajar tentang gravitasi

Untuk mahasiswa teknik/sains, ke depannya PP-IPTEK akan menyediakan program dan fasilitas yang sesuai dengan bidang mereka, khususnya dalam pengembangan teknologi maritim, transportasi, energi, material maju, kesehatan dan obat, pangan, pertanian, hankam dan TIK. Sehingga seluruh mahasiswa sains pun dapat menjadikan PP-IPTEK sebagai tempat penelitiannya sendiri, selain di kampus. PP-IPTEK pun dapat menjadi wadah ajang kompetisi calon scientist hingga sampai tingkatan Asia bahkan dunia.

 

Well, welcome aboard guys.(delia ppiptek).


news

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) merupakan sumber belajar bagi seluruh masyarakat, terutama para pelajar. Sebanyak 86% pengunjung PP-IPTEK memang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar, yaitu TK, SD, SMP, dan SMU sementara sisanya berasal dari masyarakat umum dan keluarga. Di sini, para pengunjung dapat belajar langsung mengenai iptek dengan alat-alat peraga interaktif yang bermanfaat dan menyenangkan. PP-IPTEK bisa menjadi tempat belajar yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Selain alat peraga interaktif yang dapat dipelajari langsung sambil dimainkan, PP-IPTEK juga memiliki program-program yang sangat berguna dan bermanfaat dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.



Science Show Spectacular                                                                       Science Show Spectacular
 

Ilmu sains yang disajikan di PP-IPTEK sebagian besar masih berupa ilmu-ilmu sains dasar dan menengah. Untuk tingkat lanjut dan perguruan tinggi dengan jurusan sains memang belum banyak terjangkau, karena PP-IPTEK belum banyak menyediakan program dan fasilitas yang sesuai dengan kurikulum mahasiswa sains. Akan tetapi, untuk mahasiswa kependidikan sains sesuai dengan PP-IPTEK karena nantinya mereka menjadi pemateri yang akan mengajarkan sains ke masyarakat.  Selama ini PP-IPTEK telah melakukan kerja sama, baik dalam program kegiatan maupun pengembangan alat peraga iptek interaktif, dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti kegiatan kontes robot, kompetisi kincir angin, pengembangan alat peraga launcher roket air, dsb. Contoh alat peraga yang ada di galeri PP-IPTEK, yaitu alat peraga RFID (Pintu Elektronik) dari Jurusan Teknik Elektro, Universitas Pelita Harapan. Ke depannya, PP-IPTEK ingin lebih banyak mengajak para mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa jurusan matematika, ilmu pengetahuan alam (MIPA) serta teknik, agar semakin banyak terlibat dengan kegiatan PP-IPTEK serta menjadikan science center sebagai media penelitian dan pembelajaran. Dengan begitu, PP-IPTEK dapat menjadi media bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi kepada khalayak ramai. Para mahasiswa dapat menemukan inspirasi baru untuk bahan pembelajaran yang membuat pelajar dan pengunjung PP-IPTEK tertarik. Mereka juga dapat membantu dan merangkul pengunjung untuk mempelajari sains yang fun, mudah, dan bermanfaat.
 
Untuk mahasiswa teknik/sains, ke depannya PP-IPTEK akan menyediakan program dan fasilitas yang sesuai dengan bidang mereka, khususnya dalam pengembangan teknologi maritim, transportasi, energi, material maju, kesehatan dan obat, pangan, pertanian, hankam dan TIK. Sehingga seluruh mahasiswa sains pun dapat menjadikan PP-IPTEK sebagai tempat penelitiannya sendiri, selain di kampus. PP-IPTEK pun dapat menjadi wadah ajang kompetisi calon scientist hingga sampai tingkatan Asia bahkan dunia. Well, welcome aboard guys.(delia ppiptek).


news

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) mengadakan kegiatan Pendampingan Pembangunan Puspa Iptek Daerah di Solo Science Center (SSC). SSC ini berada di gedung Solo Techno Park, berlangsung pada 19-22 November 2014. Kali ini Solo merupakan kota keempat yang dijadikan pusat sains setelah Belitung Timur, Pontianak, dan Papua.

Dalam kegiatan ini, PP-IPTEK menghibahkan alat peraga kepada Solo Techno Park
dalam rangka perintisan pendirian SSC.Selama kegiatan berlangsung, terdapat pelatihan kepemanduan, soft launching, dan diskusi mengenai alat peraga.

PP-IPTEK
menghibahkan 1 klaster alat peraga bertema energi dan lingkungan, serta 5 unit alat peraga Non Portable. Klaster alat peraga energi terdiri dari 6 unit, yaitu Energi Vs Daya, Baterai Tangan, Pedal Generator, Energi Surya, Energi Angin, dan Energi Ombak. Untuk mengintegrasikan alat-alat peraga tersebut, alat peraga didukung dengan lingkungan alat peraga. Alat peraga Non Portable terdiri dari Generator Van de Graff, Halilintar, Membangun Konstruksi, Menurun ke Atas, dan Bola Listrik.

Acara puncak dari kegiatan ini adalah “Soft Launching Embrio Solo Science Center” pada Jumat, 21 November 2014. Soft launching
dilakukan oleh Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo yang didampingi Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kementerian Ristek, Ahmad Dading Gunadi dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Solo, Agus Djoko Witiarso.

“Keberadaan Solo Science Center kita bangun dengan mensinergikan berbagai kompetensi berbasis teknologi dan inovasi,” ungkap Achmad Purnomo.

Solo pun ingin mempunyai taman teknologi seperti Taman Pintar yang dimiliki Yogyakarta. "Untuk membedakan, kami lebih menekankan ke teknologi, misalnya ke depan akan mencari hibah simulasi pesawat," jelas Achmad Purnomo yang ingin membedakannya dengan Taman Pintar.

Kepala Bappeda, Agus Joko Witiarso mengatakan pusat sains itu dibangun untuk menarik minat pelajar dalam memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar pelajar dan masyarakat umum bisa merasakan mudahnya memahami prinsip iptek.

Masyarakat bisa mengakses pusat sains SSC setiap hari kerja dari pukul 08.00 sampai 15.00, tanpa dipungut biaya (free). Kehadiran SSC diharapkan menjadi pelengkap pelajaran ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah dan dapat dijadikan wisata pendidikan bagi pelajaran.
Dengan praktik langsung, pusat sains akan menjadi pelengkap pembelajaran sekolah untuk mengenalkan iptek secara mudah. Di SSC, pelajar bisa merasakan dan menyentuh langsung sebuah teknologi yang biasanya hanya diketahui secara teori. Alat peraga iptek yang tersedia terdiri dari berbagai tema, seperti Fisika, Matematika, Energi, sampai Robotik.

Pada hari terakhir diadakan
Focus Discussion Group (FGD) yang menjadi kegiatan terakhir dari seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini mengambil tema Pengelolaan Science Center. Pada FGD ini PP-IPTEK menjadi salah satu narasumber sebagai institusi yang memilliki pengalaman dalam pengelolaan Science Center yang disampaikan oleh Direktur PP-IPTEK sendiri, Ari Hendrarto Saleh. Dua pembicara lainnya adalah perwakilan dari Solo Techno Park, Rieke Chandrawati dan perwakilan dari Universitas Sebelas Maret.

Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto mengatakan, “Ke depan, kami berharap SSC mampu membuat alat peraga yang lebih interaktif dengan melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan industri yang ada di Solo.”

Ari juga mengharapkan keberadaan SSC di Solo bisa dimanfaatkan kalangan akademisi maupun siswa untuk belajar dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM). Memang sekarang SSC dibuka untuk umum. Apabila bisa dikembangkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mungkin akan dikenakan biaya. Alat-alat yang dipajang, bukan hanya dilihat, tapi juga dicoba, dipegang, dan diperagakan.

Ahmad Dading Gunadi, Asisten Deputi Iptek Kemenristekdikti, mengatakan pemerintah saat ini fokus mengembangkan pusat-pusat sains di daerah, seiring program pengembangan infrastruktur. Hingga saat ini, sudah ada pusat sains di 13 daerah di luar Jakarta.


news


Science Film Festival (SFF) 2014 telah digelar di berbagai kota di Indonesia dari tanggal 13-28 November 2014. Di Jakarta sendiri, tepatnya di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ikut serta menyelenggarakan SFF tahun ini. Pengunjung yang menonton film sains di SFF ini sangat antusias dan tak pernah sepi setiap harinya.


SFF di Indonesia diselenggarakan oleh Goethe-Institut Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraannya. SFF ini tidak d
ipungut biaya alias gratis. Siapa pun bisa mengikuti SFF, terutama untuk anak-anak usia 9-14 tahun. Dari film sains ini anak-anak bisa memahami dan mengerti sains dengan mudah sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak tentang sains.

                                                              Percobaan sains setelah menonton film


Tema yang diangkat untuk SFF tahun ini adalah Teknologi Masa Depan. Menurut Faris, panitia SFF 2014 yang bertugas di venue PP-IPTEK, “Film-filmnya mencerminkan apa yang kita pakai sekarang bisa dimajukan untuk digunakan di masa depan. Harapannya karena banyak anak-anak yang menonton, secara psikologis dan biologis bagus untuk anak-anak yang umurnya kecil-kecil sehingga dapat berguna bagi mereka dan diaplikasikan oleh mereka sendiri.”

Film sains yang diputar dalam sehari sekitar 6-9 film, menyesuaikan dengan durasi serta usia penonton. Kategori film yang disajikan berdasarkan usia adalah kelompok usia di bawah 12 tahun atau di atas 12 tahun. Setelah menonton film, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan eksperimen yang berkaitan dengan film yang baru saja diputar, atau kuis untuk mendapatkan dooprize. Dalam sesi ini, penonton dilibatkan untuk melakukan eksperimen tersebut secara langsung.

Pengunjung yang mengikuti SFF 2014 di PP-IPTEK ini setiap harinya selalu berada di atas kisaran 100 orang. Angka ini akan cenderung bertambah pada hari libur. Bahkan ada dalam satu hari yang pengunjungnya mencapai 1.375 orang. Ini menunjukkan antusiasme pengunjung sangatlah tinggi. Untuk hari-hari biasa, Senin-Jumat kebanyakan pengunjung berasal dari rombongan anak-anak sekolah, sementara hari Sabtu-Minggu pengunjungnya adalah keluarga.

Menurut Faris, target pengunjung SFF memang lebih ditujukan untuk anak-anak kecil, tetapi ada juga mahasiswa yang mengunjungi SFF 2014. Mereka sangat antusias, apalagi saat eksperimen.

                                                                  Sebelum film dimulai, penonton
                                                          mengumandangkan yel-yel bersama-sama


“Film sains ini bagus dan menarik, suka dengan film-filmnya,” ucap Sabrina, salah satu siswi SD yang telah menonton SFF.

“SFF sangat bagus untuk anak-anak SD,” ungkap Ibu Lia, guru pendamping murid-muridnya, “semoga ada bakat-bakat baru dari anak-anak Indonesia yang dapat membuat film sains seperti itu, bukan hanya dari luar negeri saja,” lanjutnya, mengungkapkan harapan untuk SFF ke depan.

Harapan Faris sebagai panitia SFF 2014, “Selain kuantitas pengunjungnya banyak, tentunya kita juga secara ideal mengharapkan, baik anak-anak maupun guru yang datang ke sini. Kalau anak-anak dapat menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan di sini. Kalau guru bisa mengajarkan anak-anak dengan cara yang fun, tidak hanya menulis di papan tulis dan anak-anak mengerjakan PR, tapi bisa juga dengan metode yang lain, beda dengan mengajar pada umumnya. Kami percaya sebagai panitia, dapat lebih mudah meresapi dan lebih mengerti.”

Kegiatan SSF 2014 di PP-IPTEK sempat diliput juga oleh media, seperti DAAI TV untuk mengetahui seberapa meriah kegiatan di PP-IPTEK ini. PP-IPTEK merencanakan untuk terus menjadi salah satu venue yang menayangkan SFF di tahun-tahun mendatang. Jadi, untuk pengunjung yang belum sempat mengikuti kegiatan ini, tidak perlu khawatir. Sampai jumpa di SFF tahun depan!


news

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) ikut serta dalam kegiatan tahunan Water Rocket Event (WRE) yang diselenggarakan oleh Asia-Pasific Regional Space Agency Forum (APRSAF). WRE-APRSAF dilaksanakan di Jepang pada tanggal 29 sampai 30 November 2014. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-21. Sesuai dengan namanya kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari negara-negara Asia Pasifik.


Indonesia mengirimkan tim untuk mengikuti WRE-APRSAF 2014 yang terdiri dari 6 (enam) peserta terbaik yang sebelumnya telah dipilih oleh PP-IPTEK dalam ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN). Keenam siswa terbaik itu di antaranya adalah Assifa Nur Fadila, Syani Maharani, Muhammad Rafelino Putra, Budi Kosasih, Handika Rizky Lusty Pradani, dan Hendrawan Djody Saputro.

Hari pertama kegiatan WRE-APRSAF 2014 ini merupakan perkenalan seluruh tim dari masing-masing negara, presentasi perkenalan, keynote speak, serta kunjungan ke Museum Miraikan.

Puncak kegiatan dilaksanakan di hari kedua. Kegiatannya antara lain adalah lomba siswa, pembuatan daenit per negara, serta peluncuran roket air. Sementara itu, para guru memberikan presentasi dari negara masing-masing dengan durasi selama kurang lebih 10-15 menit. Presentasi dari Indonesia sendiri diwakili oleh Hemi Prasetyo.

Setelah melalui kompetisi yang ketat, juara satu WRE-APRASF 2014 dimenangkan oleh Yomomi Yoshihama dari Jepang dengan jarak luncur roket 240 cm dari titik target, juara dua dimenangkan oleh Yaiki Fukumoyo dari Jepang dengan jarak luncur 234 cm, dan juara tiga dimenangkan oleh Norhafizi dari Malaysia dengan jarak luncur 98 cm. Ada juga special award yang diberikan kepada Tomowi Yoshihara yang berhasil meluncurkan roket dengan jarak 665 cm.

Selamat untuk para pemenang. Walaupun Indonesia tidak meraih juara tahun ini, tapi kita tetap bangga dapat mengirimkan perwakilan Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional ini.


news

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) bekerja sama dengan PT Kalbe Farma Tbk menyelenggarakan acara Serah Terima Alat Peraga Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2014. Kegiatan ini dilaksanakan di PP-IPTEK Taman Mini Indonesia Indah pada Rabu, 17 Desember 2014.

KJSA adalah ajang lomba karya sains untuk siswa tingkat sekolah dasar di Indonesia. Program ini dimulai sejak tahun 2011 dan dilaksanakan terus setiap tahunnya. Bidang yang dilombakan meliputi sains, baik IPA, Matematika, Teknologi, dan ilmu lainnya yang berkaitan dengan sains.


              
                                                               Alat peraga KJSA yang ada di PP-IPTEK


Dalam kegiatan ini terdapat 9 alat peraga yang diserahkan pihak PT Kalbe Farma, Tbk kepada PP-IPTEK. Alat-alat peraga ini berasal dari karya para pemenang KJSA 2014. Alat peraga ini pun menambah koleksi di PP-IPTEK sehingga memberikan pembelajaran baru untuk para pengunjung.

Serah terima alat peraga dilakukan oleh Direktur PT Kalbe Farma, Tbk, Vidjongtius
kepada Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto Saleh. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kemenristekdikti, Ahmad Dading Gunadi dan Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah, Sudiyatmo.

“Dari KJSA 2014 ini diharapkan dapat menginspirasi putra putri Indonesia sejak dini,” ucap
Vidjongtius dalam sambutannya.

KJSA 2014 diikuti oleh 618 karya sains dari 219 sekolah dasar di seluruh Indonesia. Dengan seleksi yang cukup ketat, terpilihlah 9 karya sains terbaik. Kesembilan karya sains alat peraga itu ialah sebagai berikut.
  1. Alat Penyunggi Modifikasi, karya Seto Bayu Aji Langlang Jagad dan Ridwan Kuasa Samudra Singajaya, dari SDN Kebon Pedes 1, Bogor.
Ide pembuatan karya ini karena melihat banyak pedagang yang membawa barang dagangan diletakkan di atas kepala. Dengan alat ini barang yang dibawa terasa lebih ringan, tidak mudah jatuh, lebih bebas memutar kepala tanpa harus menggerakkan seluruh tubuh dan tangan dapat leluasa bergerak. Alat penyunggi ini bermanfaat untuk memudahkan penggunanya, dibanding menyunggi tanpa menggunakan alat, serta lebih aman untuk kesehatan dalam penggunaan rutin jangka panjang.

  1. Almami Kucingku, karya Maghfira Wahyu Febrianty, dari SDN Jember Lor 01.
Ide karya ini berawal dari kekhawatiran peneliti pada kucing peliharaannya, saat peneliti dan keluarganya tidak ada di rumah. Alat ini berguna untuk memberi makan kucingnya tanpa bantuan pemiliknya dan makanan instan kucing tetap renyah. Cara menggunakan alat ini, yaitu papan bawah diinjak oleh kucing sehingga tali yang dihubungkan pada kotak dalam menarik pegas yang terhubung pada kotak dalam sisi yang berlawanan merenggang sehingga mendorong makanan untuk jatuh ke tempat makan kucing.

  1. Implementasi Gaya Gesek dan Tekanan dalam Pembuatan Robot Pemanjat Tiang, karya Farrel Hung, dari Robo Buddy Robotic School, Bandung.
Awal munculnya ide pembuatan karya sains ini, ketika melihat lampu penerangan jalan yang padam di kompleks sehingga membuat jalan gelap saat malam. Robot pemanjat tiang ini mampu memanjat dengan kecepatan sekitar 80 cm per menit. Robot ini pun berhasil merealisasikan memanjat tiang dengan menerapkan konsep gaya gesek dan tekanan. Manfaat alat ini adalah untuk mencapai daerah yang sulit seperti tiang atau pohon tinggi, serta dapat mengurangi risiko yang dapat mengancam keselamatan.

  1. Lengan Peniru, karya Najiyah Nurul Faizah dan Nur Alfia Rahmah, dari SD Insan Kamil, Bogor.
Hasil dari percobaan dan pembuatan alat pantograf ini disimpulkan perbandingan panjang lengan kuasa dan lengan beban berpengaruh pada gaya yang diberikan maupun gaya yang dihasilkan, artinya pada percobaan I dan II mekanisme ini akan berpengaruh pada hasil salinan gambar yang dibuat. Alat ini bermanfaat untuk membantu memahami prinsip kerja pengungkit dan penerapan sifat-sifat bangun datar pada sebuah pantograf, mengembangkan pemahaman tentang mekanisme alat gerak robot sederhana berdasarkan prinsip tuas/pengungkit untuk pengembangan ilmu pembuatan robot sejak kecil demi kemajuan bangsa Indonesia.

  1. Pelapis Helm Herbal, karya Edward Pandji dan David, dari SD Intan Permata Hati, Surabaya.
Alat ini bermanfaat untuk membuat suatu produk yang berfungsi menyerap keringat dari bahan-bahan herbal tradisional yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini memberi pengetahuan baru pada masyarakat bahwa herbal tradisional dapat dipergunakan sebagai salah satu produk pendukung alat olahraga. Pelapis helm herbal ini pun tidak membahayakan kulit kepala dan rambut.

  1. Sajadah Detektor Shalat (SDS), karya Eveline Maghfiryani Azzahra, dari SD Islam Al Azhar 29 BSB, Semarang.
Ide pembuatan alat ini karena sering mengalami dan mengamati ibadah shalat yang bingung karena salah menghitung jumlah rakaat shalat. Inspirasi lain peneliti pun muncul saat bermain basket di timezone, skor angka di ring basket dipakai untuk penanda rakaat di sajadah dan terciptalah Sajadah Detektor Shalat (SDS). Manfaat alat ini adalah memberikan fasilitas agar dapat menjalankan ibadah shalat dengan benar, membantu guru dan imam shalat dalam memimpin shalat agar lebih konsentrasi dan tidak salah dalam menghitung jumlah rakaat shalat, serta memperkecil kesalahan.

  1. Sikat Gigi Ajaib Berindikator Gerakan Menyikat, karya Laurentia Holly dan Chelsea Victoria, dari Sekolah Kuntum Cemerlang, Bandung.
Alat ini dibuat karena kesadaran pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Menyikat gigi dengan baik dan benar merupakan salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil dari alat ini dengan mencoba melakukan gerakan menyikat gigi, warna cairan akan berubah dari bening menjadi biru sesuai gerakan menyikat, dan akan kembali menjadi bening setelah didiamkan.

  1. Sistem Otomatis Pemberi Tekanan Pada Alat Tugal, karya Pebri Kristian Yafet dan Minarti, dari SDN 09 Nanga Lungu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Ide pembuatan karya ini karena hampir seluruh warga di desa tempat tinggal peneliti bekerja di ladang menanam padi dengan cara menugal. Menugal adalah cara tradisional suku Dayak untuk menanam padi. Manfaat alat tugal ini memberikan sebuah dorongan yang cukup berpengaruh sehingga lubang yang dihasilkan lebih dalam.

  1. Toilet Flush Indikator, karya Tomoji Hamay Kusuma dan Dhafin Fadhlan Kamal, dari Sekolah Kuntum Cemerlang, Bandung.
Ide pembuatan alat ini karena kebiasaan lupa membersihkan toilet setelah digunakan. Hasil dari alat ini, yaitu ketika seseorang duduk di atas kloset, maka tombol akan tertekan ke bawah mengaktifkan jaringan indikator. Ketika orang tersebut berdiri, indikator akan menyala dan berbunyi. Oleh karena itu, manfaat Toilet Flush Indikator ini untuk mengingatkan orang sesudah BAB karena mengeluarkan suara agar menyiram klosetnya.

Dari kesembilan karya sains tersebut, Sajadah Detektor Shalat (SDS) sebagai Pemenang Favorit KJSA 2014. Karya ini memang paling menarik perhatian.

“Mudah-mudahan ke depannya akan terus berlangsung. PP-IPTEK menerima hasil kreasi dari para pemenang. Ada 9 alat peraga yang nantinya akan menjadi sesuatu yang menarik dan meningkatkan keingintahuan anak-anak untuk mendalami sains,” ungkap Ari Hendrarto Saleh.


news

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK)melaksanakan kegiatan Science for All di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada 11 Desember 2014. Kegiatan inimenjadirangkaian dari penyelenggaraan hari Nusantara.


Science for All merupakan kegiatan pembelajaran sains interaktif kepada semua kalangan, dari anak SD sampai para pengajar/pendidik serta masyarakat umum agar mereka mengerti pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto Saleh menyampaikan bahwa kemasan Science for All di Kotabaru berupa Bincang Teknologi Kreatif dan Populer (Binokuler), demo sains, ice breaking, dan mengenal roket air. Disampaikan juga PP-IPTEK akan menyerahkan 3 peluncur roket air lengkap, beserta roket dan pompa anginnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memacu rasa ingin tahu anak, serta mengembangkan jiwa eksplorasi dan observasi sehingga diharapkan akan terbentuk jiwa peneliti sejak dini. Lebih lanjut, Asisten Deputi Iptek Masyarakat, Ahmad Dading Gunadi dalam sambutannya menekankan pentingnya membentuk budaya Iptek pada diri masyarakat, khususnya para pelajar selaku generasi penerus bangsa Indonesia, dimana harus sudah siap dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

              
                                                                         Kegiatan science for all


“Contohlah negara Korea Selatan yang telah melakukan lompatan di bidang penguasaan Iptek dengan meniru apa yang telah dihasilkan oleh Jepang,” kata Ahmad Dading Gunadi. Korea tidak hanya meniru, tetapi mengembangkan lebih lanjut melalui kreativitas dan ide inovatif sehingga menjadi sebuah invensi yang berdaya guna. Peran utama dalam membentuk masyarakat yang berbudaya Iptek, salah satunya melalui Pusat Peragaan Iptek yang didirikan di daerah. Saat ini telah berdiri 13 Pusat Peragaan Iptek di daerah.

Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan peluncur roket air yang diserahkan oleh Direktur PP-IPTEK kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Jhoni Anwar. Dalam pandangan Jhoni Anwar, kegiatan ini sangatlah berguna dalam membentuk jiwa kreatif dan spontanitas pelajar terhadap fenomena-fenomena sains dalam kemasan yang mudah dipahami dan dimengerti, meskipun kandungan ilmunya bermuatan filosofi yang tinggi.

“Pemkab Kotabaru menyambut baik adanya kegiatan Science for All ini dan berharap PP-IPTEK dapat melakukan kegiatan-kegiatan lain dengan Pemkab Kotabaru demi mempercepat terbentuknya SDM yang berkualitas,” ungkap Akhmad Asbili, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan yang mewakili Bupati Kotabaru.


news

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) meresmikan wahana baru yang dinamakan Tesla Coil. Wahana baru ini diresmikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir pada Selasa (30/12/2014). Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Menristek Dikti dan didampingi oleh Deputi Pendayagunaan Iptek, Pariatmono dan Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto.

Peresmian Tesla Coil ini dihadiri pula oleh beberapa pejabat instansi pemerintah ataupun swasta, yaitu pejabat eselon 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) Kemenristek Dikti, Badan Penelitian dan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Rektor Universitas Indonesia, PT. Kalbe Farma, PT. IBM Indonesia, Direktur Operasional Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Forum Komunikasi Museum TMII dan perwakilan museum.

               
                                         Peresmian alat peraga Tesla Coil dan Sangkar Faraday di PP-IPTEK


PP-IPTEK, sebagai science center pertama dan terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam mengembangkan galeri peragaannya. Wahana Tesla Coil ini merupakan alat yang dapat menghasilkan tegangan tinggi, arus pendek, dan frekuensi tinggi dari arus listrik bolak-balik. Tesla Coil menghasilkan loncatan listrik sepanjang kurang lebih 2,5 meter. Selain itu, Tesla Coil dilengkapi dengan sebuah sangkar yang disebut Sangkar Faraday. Pengunjung dapat masuk ke dalam sangkar tersebut untuk bereksperimen dengan medan listrik di sekitarnya. Pengunjung yang dapat masuk ke sangkar ini bisa satu atau maksimal dua orang. Ini akan membuat pengalaman yang menantang bagi pengunjung untuk mencobanya.

Aliran listrik Tesla Coil ini tidak berbahaya karena dibumikan atau lebih dikenal grounding sehingga listrik tidak merambat ke lingkungan selain wilayah Tesla Coil. Selain itu, di sekitar wahana juga dipasang tiga pengaman, yaitu pengaman 1 berupa stainless yang berada di lantai, pengaman 2 adalah pagar bagian dalam, dan pengaman 3 merupakan pagar pengaman luar sebagai batas pengunjung yang menonton.

Dalam peresmian wahana baru PP-IPTEK ini, Menristek Dikti juga melakukan penyerahan Bis Listrik Kemenristek Dikti secara simbolis untuk dipinjamkan kepada Universitas Indonesia (UI) dalam mendukung pengembangan program green technology yang dilakukan UI dengan harapan bis listrik ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademia UI.

Selain itu, Menristek Dikti memberikan penghargaan kepada PT. IBM Indonesia dan PT. Kalbe Farma yang telah berkontribusi dalam mendukung program Kemenristek Dikti. PT. IBM dan PT. Kalbe Farma telah menunjukan dedikasinya dalam meningkatkan kemampuan iptek generasi muda melalui bantuan alat peraga pembelajaran sains interaktif bagi PP-IPTEK dan beberapa science center lain di Indonesia. Peran perusahaan dalam mendukung program pemerintah dan sinergitas antara keduanya sangat diperlukan dalam membangun negara yang lebih baik. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kemenristek Dikti kepada perusahaan yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan iptek.

“PP-IPTEK akan sangat membantu masyarakat karena tempat ini sebagai bentuk edukasi dalam perkembangan dunia teknologi,” ucap Mohamad Nasir, Menristek Dikti dalam sambutannya, “sekaligus sebagai wadah informasi Iptek bagi anak-anak muda Indonesia.”

Menristek Dikti juga menyampaikan harapannya agar di masa depan, penelitian di Indonesia bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia menambahkan, ke depan perkembangan dunia Iptek, harus bisa dilakukan secara hilirisasi dan komersialisasi antara peneliti dengan dunia pengembang usaha. Hal itu akan bertujuan baik khususnya bagi si peneliti itu sendiri, agar hasil penelitian tidak hanya jadi pajangan di laboratorium. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari berbagai pihak khususnya instansi swasta yang memberikan dukungan terhadap kemajuan hasil iptek seperti PT IBM Indonesia dan PT Kalbe Farma.

Dengan hadirnya Wahana Tesla Coil di PP-IPTEK, diharapkan para pengunjung dapat mempelajari listrik tegangan tinggi yang aman ini dengan mudah dan menyenangkan. Sampai saat ini, fungsi utama dari Tesla Coil, yaitu untuk menghibur sekaligus juga mendidik. Melalui wahana Tesla Coil, pengunjung memperoleh keseruan sebuah wahana fenomena dan pembelajaran baru. Pengunjung akan terpukau, tidak merasa kecewa dengan adanya wahana Tesla Coil. Wahana ini menjadi inovasi baru bagi PP-IPTEK di penghujung tahun 2014.


Opening Hours

Senin-Jumat

08:30 - 16:00

Sabtu-Minggu

09:00 - 16:30

Harga Tiket

Perorangan : Rp.16.500,-
Kelompok Umum : Rp. 14.850,-
Kelompok Pelajar : -

Call Center

Telp : 021 - 8401488
Fax : 021 - 8401487

Mail : ppiptek@ristekdikti.go.id

Latest News

Pameran Alat Peraga dan Customer Gathering PP-IPTEK di Bekasi Cyber Park

14 Jan 2015 | admin_uni

Science for All dan Hibah Alat Peraga Interaktif bagi Iptek Center Sawahlunto

14 Jan 2015 | admin_uni

Menonton Film Sains Gratis di PP-IPTEK

16 Jan 2015 | admin_uni

Pusat Peragaan Iptek sebagai Laboratorium bagi Mahasiswa

16 Jan 2015 | PP-IPTEK

Pendampingan Pembangunan Puspa Iptek Daerah di Solo

16 Jan 2015 | admin_uni

Penayangan Science Film Festival dengan Tema Teknologi Masa Depan di PP-IPTEK

16 Jan 2015 | admin_uni

6 Siswa Terbaik Mewakili Indonesia dalam Ajang APRSAF-21 WRE di Jepang

16 Jan 2015 | admin_uni

Alat Peraga KJSA 2014 Dapat Dilihat di PP-IPTEK

16 Jan 2015 | admin_uni

Science for All di Kotabaru Ditandai dengan Penyerahan Peluncur Roket Air dari PP-IPTEK

16 Jan 2015 | admin_uni

Menristek Dikti Meresmikan Alat Peraga Spektakuler Tesla Coil di PP-IPTEK

16 Jan 2015 | ppiptek_webadmin

Videos / Photos

Testimonial PPIPTEK

icon testimonial

Wiiiiih, mantap

15 Jan 2015 | By Aim

icon testimonial

alhamdulillah websitenya sudah bagus.. semoga semakin dikembangkan.. semangat..

15 Jan 2015 | By Dayat

icon testimonial

saya pingin menghadirkan iptek di kalangan generasi penerus

24 Mar 2015 | By mustiko

icon testimonial

Website PP-IPTEK bagus dan memudahkan user untuk mencari info mengenai PP-IPTEK. Good Job :)

27 Oct 2015 | By Azka

icon testimonial

kapan" kunjungan rombongan dehh (Y)

03 Nov 2015 | By andi yumita namirah

icon testimonial

Wah Baru liat Web nya berubah.... Mantab lah... tapi untuk Keterangan testimoninya kenapa pake bahasa Latin yaaaa..

09 Nov 2015 | By Tyo

icon testimonial

Kak, lomba roket air tahun 2016 kapan lagi diadakan ?? Kepingin ikutan nih. Cap 2 jelpol deeh buat websitenya mantap👍👍

11 Dec 2015 | By IAM

icon testimonial

Sudah melihat-lihat luar dan dalamnya, tapi waktunya habis nggak bisa coba semua. karena terlalu banyak alat peraga yang mau dicoba. salam dari profesorcilik.wordpress.com. dan sudah di unggah ke youtube tentang PPIptek ini di https://www.youtube.com/watch?v=ShDVmyt3jz0

22 Jun 2016 | By kelik

icon testimonial

Kapan PP-IPTEK melakukan pemutakhiran rona depan website ?Kok masih pakai nama Kementerian RISTEK, termasuk logonya ?Seharusnya menggunakan nomenklatur Kementerian Ristek dan Dikti, termasuk logonya.Good Luck PP-IPTEK untuk melakukan pembaruan dan revitalisasi agar visi dan misi yang bagus dapat benar-benar dicapai dan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia

05 Jul 2016 | By nugroho ananto


Polling Kuisioner

Apakah Anda mengenal PP-IPTEK?